Terduga Pelaku Peledakan SMAN 72 Selesai Jalani Operasi

Perlindungan Identitas Anak

“Perlu kami sampaikan kepada rekan-rekan sekalian, untuk sama-sama menjaga hak-hak khusus yang harus dipenuhi, yaitu perlindungan identitas dan perlakuan khusus terhadap anak yang berhadapan dengan hukum,” ucap Budi.

Meski berstatus sebagai anak yang berhadapan dengan hukum, proses penyelidikan terhadap dugaan keterlibatan terduga pelaku dalam kasus ledakan tetap berjalan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  KPK Selidiki Status Mobil B.J. Habibie yang Dijual ke Ridwan Kamil

Saat ini, Densus 88 bersama Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih mendalami motif di balik peristiwa tersebut.

“Untuk motif masih didalami oleh Densus 88 dan Krimum Polda Metro Jaya. Setelah pengumpulan dan analisa barang bukti dari TKP, hasil penggeledahan, serta keterangan saksi, nanti akan disampaikan secara lengkap oleh Pak Kapolri dan Pak Kapolda Metro Jaya,” ucap Budi.

Budi menegaskan, publik diminta untuk tidak berspekulasi lebih jauh sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan.

BACA JUGA  Enam Tokoh "Kekerasan" Jadi Inspirasi Terduga Pelaku Peledakan di SMAN 72

“Sehingga tidak bias isu motif ataupun kejadian yang terjadi,” tegas Budi.

Pada Jumat (7/11) sekira pukul 12.15 WIB, terjadi ledakan di lingkungan SMA Negeri 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara, tepatnya dalam komplek Kodamar TNI Angkatan Laut (AL).

Menurut keterangan saksi, ledakan terjadi saat siswa dan guru sedang Shalat Jumat di masjid di sekolah tersebut. Letusan pertama pertama terdengar ketika khotbah sedang berlangsung, disusul ledakan kedua yang diduga berasal dari arah berbeda.

BACA JUGA  Pinjami Modal UKM Era Pandemi Covid, Eks Pejabat Jadi Tersangka

Ledakan itu menyebabkan para korban mengalami beragam cedera, termasuk luka bakar dan luka akibat serpihan, sekaligus menyulut kepanikan dari warga sekolah dan masyarakat sekitar.

Pos terkait