Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk memperlihatkan secara langsung tata kelola distribusi makanan yang telah berjalan sesuai prosedur kesehatan. Para peserta akan melihat teknis penyelenggaraan makanan yang telah mendapatkan sertifikasi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“Ketiga SPPG tersebut memiliki keunggulan pada alur pelayanan yang tertata dan fasilitas yang memadai sesuai standar baku. Kami ingin menunjukkan bahwa standarisasi kualitas makanan dan kebersihan adalah kunci utama dalam operasional SPPG,” ujarnya.
Pemerintah Kota Semarang berharap hasil dari dialog nasional ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan program Makan Bergizi Gratis di seluruh wilayah Indonesia. Replikasi praktik baik dari Semarang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan di kabupaten dan kota lainnya.
“Kami berharap praktik baik yang ada di Kota Semarang dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk segera melakukan replikasi. Dengan standarisasi yang seragam, kualitas penyelenggaraan program gizi di seluruh Indonesia akan semakin meningkat,” tandasnya.





















