MATASEMARANG.COM – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), bekerja sama dengan warga Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, telah berhasil mengembangkan produk pangan fungsional inovatif bernama ‘LoWiPro’ sebagai upaya konkret menanggulangi stunting dari tingkat akar rumput.
Kegiatan yang berpusat di Posyandu Kartini 1 ini tidak hanya memberikan solusi produk, tetapi juga memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan.
Program ini dilatarbelakangi oleh tingginya prevalensi stunting di Desa Sokawera yang mencapai 17,5 persen pada Maret 2025.
Akar permasalahannya adalah rendahnya literasi masyarakat mengenai hubungan krusial antara kesehatan mikrobiota usus dan penyerapan gizi, serta minimnya keterampilan dalam mengolah potensi pangan lokal yang melimpah.
Menjawab tantangan tersebut, kegiatan PKM ini dilaksanakan melalui dua pendekatan utama.
Pertama, edukasi kesehatan terpadu yang diberikan kepada 60 ibu balita dan kader posyandu. Materi penyuluhan mencakup pentingnya mikrobiota usus, gizi seimbang, dan pencegahan infeksi cacing parasit.
Kedua, pelatihan dan transfer teknologi, di mana masyarakat dilatih secara langsung (hands-on training) untuk memproduksi ‘LoWiPro’, yang terdiri dari yoghurt probiotik dan biskuit pisang prebiotik, dengan memanfaatkan bahan baku lokal.
Dampak nyata yang diterima langsung oleh masyarakat dari kegiatan ini sangat signifikan dan terukur, yaitu:
Peningkatan Pengetahuan dan Kesadaran
Terjadi peningkatan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan dan gizi, yang terbukti dari kenaikan skor post-test pada semua materi edukasi. Para ibu kini tidak hanya tahu tentang stunting, tetapi juga memahami akar penyebabnya dari sisi kesehatan pencernaan.


















