Kehadiran Jeje dan Shammie di Rally Dakar 2026 juga menandai kembalinya Indonesia ke ajang ini setelah 15 tahun. Terakhir, pereli Indonesia tampil pada 2011 melalui Kasih Hanggoro, sementara jauh sebelumnya Tinton Soeprapto mengikuti Dakar pada 1990.
Kategori Dakar Classic ditujukan bagi mobil berusia minimal 20 tahun, namun menggunakan bivouac dan organisasi yang sama dengan kategori utama. Rutenya paralel, disesuaikan dengan kemampuan kendaraan bersejarah, tetapi tekanan fisik dan mentalnya tetap nyata dan berlapis.
Di garis akhir Yanbu, tidak ada euforia berlebihan. Yang tersisa adalah tubuh lelah, pikiran yang masih tertinggal di gurun, dan satu kepastian bahwa Indonesia kini tercatat dalam daftar finis Rally Dakar.
Bagi Jeje dan Shammie, hasil ini lebih dari sekadar peringkat, melainkan pembuktian bahwa keputusan untuk berangkat dengan segala keterbatasan bisa dituntaskan sampai akhir.
“Jangan pernah lihat apa yang negara kasih ke kita. Tapi ada pembuktian yang kita berikan buat negara, minimal buat anak cucu kita, atau keluarga, atau orang-orang yang kita cintai,” kata Shammie. [Aditya Ramadhan/Ant]


















