MATASEMARANG.COM – Trans Semarang mulai menguji coba armada bus listrik dari berbagai merek untuk memastikan kendaraan yang paling sesuai dengan karakteristik tiap koridor.
Pada Jumat 13 Februari 2025, dua bus listrik berukuran besar dari Invi dan VKTR bersama karoseri Laksana diuji di koridor I (Mangkang–Penggaron).
Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang Danang Kurniawan menyebutkan bahwa uji coba dilakukan dengan merek berbeda.
Dengan demikian, pihaknya dapat menilai bus mana yang lebih cocok dioperasikan sesuai kondisi jalanan di Kota Semarang yang beragam.
“Ke depan akan ada uji coba lagi untuk bus listrik berukuran sedang dan kecil yang akan difungsikan sebagai feeder,” ujarnya.
Selain armada, kesiapan sopir dan operator juga menjadi perhatian. Mereka telah mendapatkan pelatihan khusus karena pengoperasian bus listrik berbeda dengan bus berbahan bakar fosil.
Tantangan utama di Semarang adalah kondisi jalan yang naik turun serta ancaman rob.
Menurut Danang, secara teknis bus listrik mampu menghadapi banjir dan rob, sehingga diharapkan dapat menjadi solusi transportasi ramah lingkungan sekaligus tangguh menghadapi kondisi ekstrem.
Uji coba ini menjadi langkah penting menuju modernisasi transportasi publik di Semarang.
Dengan armada listrik, diharapkan emisi kendaraan dapat ditekan sekaligus meningkatkan kenyamanan penumpang.
Danang optimistis, jika semua proses berjalan lancar, akhir 2026 bus listrik ini sudah bisa beroperasi penuh di Kota Semarang.
Kehadiran bus listrik juga diharapkan mendukung komitmen pemerintah kota dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.


















