MATASEMARANG.COM – Di Tengah kutukan dunia internasional terhadap serbuan Israel di Lebanon Presiden AS Donald Trump hanya minta Israel sedikit mengurangi serangan ke Lebanon, bukan menghentikannya.
Padahal gempuran Israel ke Lebanon yang menewaskan ratusan penduduk setemlat itu mengganggu gencatan senjata Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Iran mengancam menghentikan gencatan senjata bila Israel tetap menggempur Lebanon. Penghentian serangan Israel ke Lebanon merupakan satu paket gencatan senjata 2 pekan yang disepakati para pihak.
Presiden AS Donald Trump mengatakan dia telah meminta kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu untuk mengurangi serangan terhadap Lebanon, di tengah perundingan Washington dan Teheran untuk mengakhiri konflik Timur Tengah.
“Saya berbicara dengan Bibi dan dia akan mengurangi serangan. Saya hanya berpikir kita harus sedikit lebih mengurangi serangan,” kata Trump kepada NBC News, Kamis (9/4), mengacu pada Netanyahu.
Trump juga mengatakan dia “sangat optimistis” akan potensi kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran.
Sebelumnya, Netanyahu mengatakan dia telah menginstruksikan kabinet Israel untuk memulai pembicaraan langsung dengan Lebanon untuk melucuti senjata gerakan Hizbullah dan membangun perdamaian antara kedua negara.
Pada Selasa malam (7/4), Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran, dengan catatan bahwa Teheran telah setuju untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Menyusul pengumuman gencatan senjata, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengatakan Teheran akan memulai pembicaraan dengan AS di Islamabad, Jumat (10/4).



















