MATASEMARANG.COM – Selat Hormuz bakal menjadi menjadi kawasan panas pertama menyusul kegagalan kesepakatan antara Iran dengan Amerika Serikat.
Iran–setelah kesepakatan yang gagal itu–menyatakan hanya akan membuka bagi 12 kapal per hari di Selat Hormuz dengan memungut biaya lewat 2 juta dolar AS atau Rp34 miliar.
Adapun Presiden Donald Trump, Minggu, menyatakan AS segera memulai blokade selat itu. Angkatan laut AS di Selat Hormuz akan mencegah Iran melakukan apa yang disebut Trump sebagai “pemerasan”.
“Blokade akan segera dimulai. Negara-negara lain akan terlibat dalam blokade ini,” tulis Trump di platform Truth Social.
Trump menambahkan Angkatan Laut AS akan memblokade semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz hingga semua pihak diizinkan masuk dan keluar.
“Saya juga telah menginstruksikan Angkatan Laut kami untuk mencari dan mencegat setiap kapal di perairan internasional yang membayar upeti kepada Iran. Tidak ada pihak mana pun yang membayar bea masuk ilegal akan mendapatkan jalur aman di laut lepas,” ucap Trump.
Dia menegaskan bahwa ia tidak akan membiarkan negara mana pun, terutama negaranya sendiri, untuk “diperas” oleh Iran.
Lebih lanjut, Trump menuduh Iran tetap bersikeras melanjutkan ambisi nuklirnya setelah perundingan damai di Islamabad.
“Pertemuan berjalan baik, sebagian besar poin telah disepakati; tetapi satu-satunya poin yang benar-benar penting, nuklir, tidak tercapai,” ujar Trump.
Dia mengatakan pihak Iran masih “menginginkan nuklir”. [Ant/Sputnik/RIA Novosti]



















