MATASEMARANG.COM – Ecoton Foundation bersama South East Asia Justice (SEJ) menemukan adanya paparan mikroplastik di udara dan air hujan yang ada di Kota Semarang. Dari 18 kota yang diteliti, Semarang menempati posisi keempat dengan temuan 13-14 partikel mikroplastik di udara.
Temuan tersebut berdasarkan uji sampel di Jalan MT Haryono (Mataram). Dari hasil penelitian air hujan di lokasi tersebut mengandung sekitar 44 partikel mikroplastik, terdiri atas 32 jenis fiber dan 12 jenis filamen.
Hal ini tentu saja mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang.
Kepala Dinkes Kota Semarang M. Abdul Hakam mengaku menanggapi dengan serius kemungkinan adanya paparan mikroplastik yang terbawa air hujan hingga yang terbawa lewat udara.
Pihaknya kemudian merespons hal tersebut dengan melakukan langkah mitigasi dan edukasi kepada masyarakat.
“Kalau angkanya benar, berarti kita harus waspada. Mikroplastik ketika masuk ke tubuh manusia pasti akan mengakibatkan gejala-gejala yang pasti menimbulkan penyakit,” ujar Hakam, Senin 1 Desember 2025.
Hakam mengatakan paparan mikroplastik ini tidak bisa dianggap sepele. Sebab, partikel berukuran sangat kecil tersebut bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui saluran napas, air minum hingga makanan yang sudah terkontaminasi.
Jangka panjangnya, jika tubuh terpapar mikroplastik maka berpotensi memengaruhi berbagai fungsi tubuh. Paparan mikroplastik ini bisa memicu gangguan degeneratif, ketidakseimbangan hormon, iritasi jaringan pernapasan, hingga risiko penyakit kardiovaskular.


















