MATASEMARANG.COM – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan PT Sang Hyang Seri resmi menandatangani nota kesepahaman strategis dalam pengembangan riset dan pemuliaan tanaman pangan.
Fokus utama kerja sama ini adalah produksi massal varietas unggul padi yang dirancang untuk menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus mendukung program pemerintah dalam pencegahan stunting.
Direktur Utama PT Sang Hyang Seri Adhi Cahyono Nugroho menyampaikan apresiasi atas kerja sama ini.
“Kerja sama ini selaras dengan misi yang diamanatkan pemerintah kepada PT Sang Hyang Seri sebagai badan usaha milik negara dengan peran utama dalam penyediaan benih dari varietas unggul guna menjaga swasembada beras sebagai penguat ketahanan pangan nasional,” ujarnya dikutip Senin 2 Maret 2026.
Rektor Unsoed Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr., IPU., ASEAN Eng., menjelaskan pentingnya pemanfaatan hasil riset perguruan tinggi untuk mendukung kebutuhan masyarakat.
“Nota kesepahaman ini dapat menjembatani pendayagunaan inovasi teknologi hasil penelitian Unsoed, khususnya varietas unggul padi dan kedelai yang toleran terhadap dampak perubahan iklim global serta memiliki kandungan gizi yang mendukung program pencegahan stunting,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak menandatangani perjanjian kerja sama untuk produksi benih secara massal dua varietas unggul Unsoed dengan lisensi eksklusif, yakni Inpago Unsoed 1 dan Inpari Unsoed P20 Tangguh.
Sementara itu, varietas Inpago Unsoed Protani akan diproduksi dengan lisensi umum, sehingga tetap dapat diproduksi pihak lain bersama distribusi oleh PT Sang Hyang Seri.


















