Usia Produktif Tak Bisa Asal Ikut Vasektomi

Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang Arya Setya Novanto. (matasemarang.com/Lia DIna)
Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang Arya Setya Novanto. (matasemarang.com/Lia DIna)

MATASEMARANG.COM – Program vasektomi untuk pria yang diinisiasi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kota Semarang mendapat sorotan dari wakil rakyat yang duduk di DPRD Kota Semarang.

Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang Arya Setya Novanto mendukung adanya program vasektomi tersebut. Sebab, ia menilai program tersebut bertujuan baik, namun harus tetap sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Diakui Arya, vasektomi menjadi salah satu metode KB yang bisa membantu mengendalikan pertumbuhan penduduk. Menurutnya, program KB tidak hanya dilakukan oleh perempuan, tapi juga bagi laki-laki.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Ikut Layanan KB Vasektomi, Pemkot Semarang Berikan Insentif Rp1 Juta

Namun dalam pelaksanaannya tetap harus memenuhi syarat dan tidak memberatkan semua orang tanpa pandang bulu.

“Program ini baik, tapi harus mengikuti aturan. Tidak semua orang bisa langsung ikut vasektomi hanya karena ada fasilitas atau insentif. Harus ada sosialisasi, ada ketentuan, dan disesuaikan dengan kondisi peserta,” kata Arya di Gedung DPRD Kota Semarang pada Jumat, 14 November 2025.

Dalam program tersebut, masyarakat yang melakukan vasektomi menerima insentif sebesar Rp1 juta. Menurut Arya, pemberian insentif bukanlah masalah selama sesuai peruntukan dan tidak menjadi alasan utama seseorang mengikuti vasektomi tanpa mengetahui kewajibannya.

BACA JUGA  Dewan Ingatkan Pemkot: Retribusi Digital Harus Mudahkan PKL

“Insentif Rp1 juta itu menurut saya cukup dan wajar sebagai stimulus. Banyak bapak-bapak masih takut atau salah paham tentang vasektomi, seperti takut kehilangan kejantanan. Stimulus itu bisa membantu mendorong mereka ikut sosialisasi dan memahami prosedurnya,” ungkapnya.

Pos terkait