Mualim menyebut saat ini dari 151 SPPG yang aktif masih ada 10 SPPG yang belum terbit SLHS-nya.
“Hampir semua SPPG sudah menerima sertifikat SLHS hanya kurang 10 yang belum mendapat SLHS. Kita dorong agar SLHS bisa cepat jalan tapi tidak boleh meninggalkan aturan yang ada,” ujarnya.
Meskipun setia dapur harus memiliki SLHS, namun pihaknya meminta kepada Dinas Kesehatan untuk benar-benar selektif saat akan mengeluarkan SLHS.
“Kami minta Dinkes selektif dalam keluarkan SLHS jika belum penuhi standar ya jangan dikeluarkan. Kami minta tim dari pemkot turun untuk mengecek ke SPPG dan sekolah,” tegasnya.
Ia juga berpesan kepada pengelola SPPG untuk tidak bermain curang dan menyiapkan MBG berkualitas seusai dengan anggaran yang telah ditentukan.
“Yang penting jangan sampai ada pengurangan anggaran jika Rp10 ribu ya terapkan Rp10 ribu jangan sampai ada penyimpangan. Kita sudah ada kerjasama dengan APH, jadi akan kita pantau terus,” pungkasnya.





















