“Kami bersyukur, Semarang dikelilingi kampus-kampus unggulan. Kami terbuka untuk menerima gagasan dan inovasi dari akademisi dalam menyusun arah pembangunan,” ungkapnya.
Luthfi menjelaskan, masukan dari perguruan tinggi sangat dibutuhkan terutama dalam penyusunan RPJMD 2025–2029. Fokus pembangunan ke depan mencakup pengurangan banjir, pengembangan ekonomi lokal, serta pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
Menanggapi hal tersebut, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip), Prof. Firmansyah, menyatakan kesiapan kampus untuk terlibat aktif dalam pembangunan Kota Semarang.
“Kampus siap memberikan kontribusi nyata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kami terbuka untuk berbagai bentuk kerjasama dengan Pemkot,” ujarnya.
Dengan keterlibatan banyak pihak, pembangunan Kota Semarang ke depan diharapkan bisa lebih inklusif, efisien, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warganya.


















