Prabowo menyampaikan pemerintah yang dipimpinnya menghadapi tantangan besar karena percepatan pembangunan tidak dapat dilakukan dengan fokus pada satu sektor saja.
Kepala Negara menambahkan perkembangan dunia menuntut Indonesia bekerja serentak di berbagai bidang, mulai dari perbaikan birokrasi, penghentian korupsi dan kebocoran anggaran, pembenahan BUMN, penguatan penegakan hukum, hingga peningkatan ekonomi makro dan kesehatan.
Di sektor pendidikan, Prabowo menekankan perlunya upaya untuk memenuhi kebutuhan tenaga profesional seperti dokter, dokter gigi, insinyur, dan ilmuwan agar kekayaan nasional dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat bagi seluruh rakyat.
Presiden pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan menghindari sikap saling membenci maupun saling mencurigai.
Prabowo mengatakan masyarakat membutuhkan hasil nyata dan cepat dari pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah.
“Tidak ada gunanya saling membenci, tidak ada gunanya saling dendam, tidak ada gunanya saling curiga, enggak ada gunanya. Rakyat membutuhkan nasi yang cepat. Tidak boleh terlalu banyak omon-omon, pintar ngomong, tidak. Kita harus membawa hasil yang cepat kepada rakyat kita,” katanya.


















