2.839 Korban Banjir Demak Mengungsi di 14 Lokasi

MATASEMARANG.COM – Sebanyak 2.839 penduduk dari sembilan desa korban banjir Kabupaten Demak mengungsi ke tempat aman. Mereka mengungsi karena terdampak banjir akibat luapan maupun tanggul Sungai Tuntang yang jebol menyusul curah hujan tinggi.

“Ribuan pengungsi tersebut mengungsi ke sejumlah tempat, mulai dari balai desa, kantor kecamatan, tempat ibadah, sekolah, hingga rumah warga. Total ada 14 lokasi pengungsian,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak Agus Sukiyono di Demak, Sabtu. 

Pemerintah setempat bersama sukarelawan terus melakukan pendataan dan penanganan terhadap para pengungsi, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar seperti logistik, kesehatan, dan tempat tinggal sementara.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Batang Terendam Banjir, 139 Hektare Sawah Puso

Hingga kini, kondisi para pengungsi masih dalam pemantauan, sementara upaya penanganan bencana terus dilakukan guna memastikan keselamatan warga terdampak.

Terkait tanggul jebol, kata dia, hasil pendataan tercatat ada enam lokasi, yakni di Desa Trimulyo ada tiga lokasi dengan panjang 30 meter dan 10 meteran, sedangkan di Desa Sidoharjo ada tiga lokasi dengan panjang 15 meteran. 

Tanggul jebol dan terjadi limpasan air Sungai Tuntang pada Jumat (3/4) pagi, sehingga mengakibatkan rumah warga tergenang banjir.

BACA JUGA  Bupati Pati dan Gunretno Sepakat Jaga Kelestarian Kendeng

Daerah terdampak banjir, meliputi Desa Trimulyo, Sidoharjo, Turitempel, Tlogorejo, dan Bumiharjo (Kecamatan Guntur), Desa Ploso Kecamatan Karangtengah), Desa Lempuyang (Kecamatan Wonosalam), serta Desa Sarimulyo dan Solorire (Kecamatan Kebonagung). 

Kondisi terkini, kata dia, terdapat sembilan desa di empat kecamatan yang terdampak banjir dengan ketinggian genangan bervariasi. Ada pula genangan setinggi 100–140 sentimeter (cm).

Pos terkait