Kondisi semakin memprihatinkan ketika para orang tua berusaha mencari pertolongan medis.
Puskesmas Tak Mampu Tampung Pasien
Z menceritakan, Puskesmas Duren Sawit yang menjadi rujukan awal tidak mampu menampung lonjakan pasien.
“Tadi mau dibawa ke puskesmas, tapi sudah penuh. Banyak yang sudah duluan datang dengan kondisi yang sama. Akhirnya banyak juga yang ke RSUD Duren Sawit,” jelas Z.
Lebih lanjut, Z menjelaskan, informasi yang dia peroleh dari grup komunikasi orang tua murid menunjukkan bahwa kasus serupa tidak hanya terjadi di satu sekolah.
Selain SDN Pondok Kelapa 01, sejumlah sekolah lain juga terdampak.
Berdasarkan laporan sementara dari Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Pendidikan Kecamatan Duren Sawit, Jumat (3/4) pukul 11.18 WIB, jumlah korban diduga keracunan MBG mencapai 135 orang.
Rinciannya, di SDN Pondok Kelapa 09 sebanyak 33 siswa terdampak, tujuh di antaranya dirawat di RSUD Duren Sawit.
Lalu, di SDN Pondok Kelapa 01 sebanyak 37 siswa, di SDN Pondok Kelapa 07 ada 31 siswa dengan delapan di antaranya dirawat dan di SMAN 91 ada 34 orang terdiri dari 28 siswa dan 6 guru serta tenaga kependidikan.
“Dari total tersebut, sebanyak 15 orang dilaporkan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sementara sisanya menjalani rawat jalan,” ucap Z.
Selain itu, Z mengungkapkan, kasus ini diduga melibatkan makanan dari penyedia yang sama, meskipun hingga kini belum ada kepastian mengenai identitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan ke sekolah-sekolah tersebut.





















