Keberaniannya memicu meletusnya Pertempuran Lima Hari di Semarang. Namanya kini abadi sebagai pengingat akan pengabdian tanpa batas.
2. MGR Soegijapranata: Diplomat Ulung Berjubah Kebesaran

Jalan yang menghubungkan kawasan Tugu Muda ke arah Semarang Atas ini diambil dari nama Monsinyur Albertus Soegijapranata, uskup pribumi pertama di Indonesia.
Keahlian: teologi, filsafat, dan diplomasi.
Kiprah: MGR Soegijapranata dikenal dengan jargon “100% Katolik, 100% Indonesia”.
Perannya sangat vital dalam diplomasi internasional untuk mendapatkan pengakuan kemerdekaan Indonesia dari Vatikan.
Sosoknya yang nasionalis menjadikannya jembatan toleransi yang sangat dihormati di Semarang.
Taman Makam Pahlawan di Kota Semarang menjadi tempat peristirahatan terakhir tokoh penting tersebut
3. KH Soleh Darat: Guru dari Para Ulama Besar

Nama Jalan KH Soleh Darat (dahulu Jalan Kiai Saleh) kini semakin dikenal sebagai pusat wisata religi menuju makamnya di Bergota.
Keahlian: ulama, ahli tafsir, dan sastra arab pegon.
Kiprah: KH Soleh Darat adalah intelektual Muslim kelas dunia yang menjadi guru dari tokoh-tokoh besar seperti KH Hasyim Asy’ari (pendiri NU) dan KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), bahkan R.A. Kartini.
Ketiga muridnya kini sudah abadi menjadi pahlawan nasional yang menunjukkan perannya dalam membumikan ajaran Islam di tanah Jawa dan menjadikan dirinya pilar sejarah spiritual Semarang.
Saat ini Pemkot Semarang sedang getol mengajukan nama KH Soleh Darat menjadi pahlawan nasional.
4. Ki Narto Sabdo: Maestro Dalang yang Mendunia

Jalan Ki Narto Sabdo berada di kawasan pusat ekonomi legendaris di Kota Semarang, yaitu Pasar Johar.
Keahlian: dalang dan komposer karawitan.





















