MATASEMARANG.COM – Sebanyak 500 unit rumah tidak layak huni di Provinsi Jawa Tengah akan segera direnovasi menjadi layak huni, berkat alokasi bantuan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan bahwa bantuan ini akan fokus pada warga yang tergolong miskin ekstrem.
Jawa Tengah menjadi salah satu dari empat provinsi penerima bantuan renovasi rumah, bersama Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta, yang masing-masing juga mendapatkan alokasi renovasi sebanyak 500 unit rumah.
Ahmad Luthfi mengungkapkan bahwa bantuan ini sejalan dengan upaya pemerintah provinsi untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Setidaknya, targetnya adalah agar setiap kepala keluarga (KK) di Jawa Tengah memiliki rumah yang layak huni.
“Program dari kementerian (PKP) ini sangat membantu, terutama bagi masyarakat yang sangat membutuhkan, mengingat keterbatasan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kami,” ujar Ahmad Luthfi dalam pertemuannya dengan Menteri PKP, Maruarar Sirait, di Jakarta, Rabu, 16 April 2025.
Penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi salah satu prioritas utama Gubernur Ahmad Luthfi. Hingga Desember 2024, jumlah RTLH di Jawa Tengah tercatat mencapai 1.022.113 unit.
Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan upaya kolaboratif dari berbagai sumber pendanaan, termasuk APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten/Kota, CSR, BAZNAS, dan partisipasi masyarakat.
Pada tahun 2025, prioritas difokuskan pada peningkatan kualitas rumah layak huni melalui mekanisme belanja transfer.


















