MATASEMARANG.COM – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan bahwa penanganan jangka pendek untuk meminimalisir dampak banjir di Pati harus segera dilakukan.
Adapun beberapa langkah yang dilakukan adalah dengan meninggikan tanggul, pemasangan tanggul karet di wilayah utara, hingga pompanisasi untuk mempercepat pembuangan air.
Saat meninjau pengungsian banjir di Pati, Rabu 21 Januari 2026, Taj Yasin menekankan bahwa langkah darurat ini penting untuk mengurangi limpahan air sungai yang masuk ke permukiman.
Ia juga menilai dorongan air rob memperparah kondisi banjir sehingga diperlukan penanganan tambahan.“Yang penting pemukiman selamat dulu,” tegasnya.
Menurutnya, penanganan dilakukan bertahap karena pembuangan air di satu titik berpotensi berdampak pada wilayah lain.
Namun prioritas utama adalah menyelamatkan kawasan permukiman agar warga bisa kembali beraktivitas dengan aman.
Data BPBD Jateng mencatat, banjir di Pati berdampak pada 77 desa dengan total 62.892 jiwa.
Hingga Selasa 20 Januari 2026 malam, masih ada 650 jiwa atau 200 KK yang mengungsi. Selain merendam rumah warga, banjir juga merusak infrastruktur di 44 titik, termasuk talud, tanggul, bendungan, serta akses jalan. Luasan sawah terdampak mencapai 1.300 hektare.
Sejumlah titik pengungsian berada di Kecamatan Juwana, antara lain Aula Kecamatan Juwana, Balai Desa Doropayung, Balai Desa Bumirejo, serta Balai Kemasyarakatan Desa Kudukeras. Dalam kunjungannya, Taj Yasin juga meninjau dapur umum, posko logistik, bercengkrama dengan relawan, dan memantau layanan kesehatan bagi warga terdampak.


















