MATASEMARANG.COM – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang mengeluhkan minimnya hidran aktif yang ada di Ibu Kota Jawa Tengah ini.
Sebab, bagi damkar, adanya hidran di suatu wilayah menjadi sumber air darurat yang mampu membantu kerja damkar ketika ada musibah kebakaran terjadi.
Dari data yang ada, di Kota Semarang hanya ada 10 titik hidran aktif dari 79 titik yang tersebar di berbagai wilayah.
Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Damkar Kota Semarang Ade Bhakti Ariawan, yang menyebut dengan luas total Kota Semarang yang mencapai 373,70 kilometer ini tidak sebanding dengan jumlah hidran aktif yang hanya di 10 titik saja.
“Kami mencatat dari 79 hidran yang ada di Semarang, sekitar 61 masih terlihat fisiknya, tetapi yang benar-benar berfungsi hanya 10 titik. Sementara sisanya, ada yang rusak, tertutup, bahkan tidak terlihat lagi keberadaannya,” kata Ade, Senin, 5 Januari 2025.
Damkar, lanjutnya, telah menelusuri hidran-hidran yang tidak nampak tersebut, bahkan radius pencariannya hingga 20 meter dari titik koordinat hidran. Sayangnya, dari hasil penelusuran, beberapa hidran tidak ditemukan.
Beberapa warga yang ditemui ada yang mengaku hanya melihat bagian atas hidran, sedangkan lainnya diduga sudah tertutup cor jalan.
“Kami mendapat laporan dari warga, ada hidran yang tinggal ujungnya saja, ada yang tutupnya hilang, bahkan ada yang sudah tertimbun sepenuhnya,” bebernya.
Diakuinya, minimnya hidran yang aktif sangat berisiko apalagi jika terjadi kebakaran besar. Bahkan dari luas wilayah Kota Semarang, tidak sebanding dengan jumlah hidran aktif yang ada saat ini.


















