MATASEMARANG.COM – Liga 4 PSSI Jawa Timur tercoreng oleh aksi tidak sportif yang dilakukan pemain PS Putra Jaya, Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar.
Ia menendang pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha, dalam laga babak 32 besar di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Senin 5 Januari 2026.
Direktur Utama I.League Ferry Paulus mengecam keras tindakan tersebut.
“Ini jauh dari nilai sportivitas. Hukuman berat layak dijatuhkan kepada Hilmi. Ini juga pelajaran bagi semua pemain agar bermain sewajarnya, karena menyangkut periuk nasi mereka,” tegas Ferry, 6 Januari 2026.
Klub PS Putra Jaya bergerak cepat dengan memecat Hilmi. Pengumuman resmi disampaikan melalui akun media sosial klub pada Senin malam.
Dalam pernyataan itu, manajemen menilai tindakan Hilmi tidak sesuai asas fair play dan menyalahi aturan sepak bola.
“Kami selaku pengurus PS Putra Jaya Sumurwaru meminta maaf kepada semua pihak, khususnya tim Perseta 1970,” tulis surat pemecatan yang ditandatangani Ketua Harian PS Putra Jaya Gaung Andaka Ranggi.
Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI Umar Husin menilai pelanggaran tersebut sangat serius.
Ia menegaskan bahwa keselamatan atlet adalah prioritas utama dalam olahraga, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Keolahragaan Nasional Nomor 11 Tahun 2022.
“Pertandingan bisa ditunda, dibatalkan, atau ditutup jika mengancam keselamatan atlet. Itu sudah diatur jelas dalam undang-undang,” kata Umar.
Menurutnya, turunan aturan khusus sepak bola ada di Kode Disiplin PSSI. Umar menekankan perlunya penegakan sanksi tegas untuk mencegah tindakan brutal berulang.





















