Benarkah Beli BBM pada Siang Hari Isinya Lebih Sedikit?

MATASEMARANG.COM – Akhir-akhir ini beredar informasi yang lalu lalang di media sosial bahwa bahan bakar minyak (BBM) yang dibeli pada siang hari isinya lebih sedikit dibanding bila beli pada malam hari.

Informasi tersebut menjadi perbicangan ramai termasuk yang menganalisinya secara ilmiah dengan mengaitkan perbedaan suhu pada siang dan malam hari.

Menanggapi polemik tersebut, pakar dari IPB University Dr Leopold Oscar  Nelwan, STP, MSi, memberi penjelasan berdasarkan kaidah ilmiah.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Resmi dari BI, Ini Jadwal dan Lokasi Penukaran Uang Rupiah di Semarang

Leopold yang juga Dldosen Teknik Mesin dan Biosistem IPB University di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu, menjelaskan bahwa perbedaan tersebut memang ada secara ilmiah, namun tidak signifikan dalam praktik penggunaan kendaraan sehari-hari.

“Perbedaan memang ada, tetapi sangat kecil dan tidak signifikan untuk penggunaan kendaraan harian,” kata Leopold.

Ia menjelaskan bahwa BBM seperti bensin dan solar memiliki sifat fisika berupa pemuaian ketika suhu meningkat. Pemuaian ini menyebabkan volume BBM sedikit bertambah, sementara massa dan kandungan energi totalnya tetap sama.

BACA JUGA  Harga Pertamax dan BBM Nonsubsidi Anjlok

“Ketika suhu naik, volume bertambah, tetapi jumlah energi tidak berubah. Ini sifat alami fluida,” ujarnya.

Menurut Leopold, besarnya pemuaian BBM dapat dihitung menggunakan koefisien muai volumetrik. Untuk bensin, koefisiennya berada pada kisaran 0,00095 hingga 0,0011 per derajat Celsius, sedangkan solar berkisar antara 0,0007 hingga 0,0009 per derajat Celsius.

Ia menambahkan bahwa sistem penjualan BBM di tingkat konsumen saat ini berbasis volume, bukan massa, sehingga secara teoritis suhu memang dapat memengaruhi volume yang diterima.

Pos terkait