Aptrindo Jateng Dukung Zero ODOL, Dorong Gunakan Truk Tiongkok melalui “SiapTrindo”

Wakil Ketua Transportasi Antar Moda Angkutan Aptrindo Jateng Lilik Yuana Handoyo membeberkan bahwa harga unit baru truk Tiongkok jauh lebih terjangkau dengan kemampuan tenaga yang sangat mumpuni di medan jalan raya (on-road).

Lebih Murah Rp200 Juta

Sejak pandemi, tarif angkut bergerak lambat, sementara harga unit truk lama (Jepang) terus naik. Pengusaha membutuhkan solusi hemat. Selisih harga unit baru truk Tiongkok dibanding pabrikan Jepang bisa mencapai Rp150 juta hingga Rp200 juta. 

Bacaan Lainnya

“Hasil uji coba berkendara (test drive) armada seperti merek Dongfeng membuktikan torsi dan tenaganya sangat kuat untuk mengangkut muatan secara efisien,” jelas Lilik.

Bambang menambahkan, beberapa perusahaan angkutan logistik besar di Jawa Tengah seperti Adil Jaya dan SIBA saat ini telah mengoperasikan armada buatan Tiongkok sebagai bagian dari strategi efisiensi biaya.

Selain penguatan sistem digital SiapTrindo dan dorongan efisiensi armada, Aptrindo Jateng di bawah kepemimpinan Bambang Widjanarko juga merancang langkah strategis dengan merestrukturisasi kepengurusan di tingkat daerah.

Pembentukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) tidak lagi berbasis kabupaten/kota individual, melainkan digabungkan dalam skala eks-Karesidenan—seperti eks-Karesidenan Surakarta, Pekalongan, dan Banyumas. Langkah ini diambil agar pembinaan pengusaha truk di daerah berjalan lebih fokus, efisien, dan memiliki basis anggota yang jelas. [AZM]

Pos terkait