Asyik “Selfie” di Jalur KA, Tiga Siswa di Batang Tewas Tersambar Argo Merbabu

Kai
Ilustrasi - Petugas PT KAI dan Dinas Perhubungan bersama komunitas pecinta kereta api membentangkan spanduk saat sosialisasi keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api pada peringatan Hari Perhubungan Nasional sekaligus HUT ke-80 KAI di Kota Madiun, Jawa Timur, Jumat (19/9/2025). ANTARA FOTO/Siswowidodo/YU

MATASEMARANG.COM – Tiga pelajar tewas akibat tersambar Kereta Api Argo Merbabu saat mereka tengah berswafoto (selfie) di sekitar jalur kereta GOR Sarengat Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Sabtu.

Manajer Hubungan Masyarakat PT KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif menyatakan usai tiga pelajar tertemper, Kereta Api (KA) Argo Merbabu sempat berhenti luar biasa untuk pemeriksaan sarana.

“Setelah dinyatakan aman oleh awak sarana perkeretaapian, kereta berangkat kembali pukul 07.09 WIB,” kata Luqman di Batang.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  UMK Batang 2026 Rp2,7 Juta, Perusahaan Diminta Patuh

Tiga pelajar yang meninggal dunia tertemper KA Argo Merbabu relasi Semarang–Gambir itu adalah Isnati Sawita (15), Dila (15), dan Gita (15), semuanya warga Kelurahan Kasepihan, Kecamatan Batang.

Luqman menyampaikan duka cita dan keprihatinan atas peristiwa kecelakaan tersebut. “KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan menyayangkan kejadian ini,” katanya.

PT KAI Daop 4 Semarang mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di jalur kereta api sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

Menurut Luqman, pihaknya terus melakukan sosialisasi keselamatan di sekolah dan masyarakat sebagai upaya mencegah kasus kecelakaan serupa.

BACA JUGA  Begini Cara Pemkab Cegah Kasus Keracunan MBG di Demak

“Tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa rel kereta bukan tempat bermain, apalagi lokasi swafoto,” tambahnya.

Di sejumlah titik di wilayah Batang, rel kereta memang kerap menjadi tempat anak muda berkumpul saat Ramadhan karena lokasinya terbuka dan minim pengawasan.

Penjaga pos perlintasan sebidang GOR Sarengat, Batang, Ramelan mengatakan di sepanjang lokasi itu menyimpan risiko besar karena kereta api melaju dengan kecepatan tinggi dan sering tanpa suara klakson panjang.

Pos terkait