“Autogate di bandara internasional Indonesia kini melayani warga negara asing dan anak di atas enam tahun, didukung oleh sistem elektronik visa (eVisa) dan teknologi pengenalan wajah yang canggih,” kata Godam. Sistem autogate ini juga terintegrasi dengan manajemen kontrol perbatasan (BCM) dan data Interpol.
Saat ini, autogate dioperasikan di beberapa titik utama di Indonesia, termasuk Bandara Soekarno-Hatta, Bandara I Gusti Ngurah Rai, dan Bandara Kualanamu, dengan total 264 unit yang akan terus bertambah. Agus menambahkan bahwa selain teknologi, rekayasa alur penumpang di masa-masa krusial juga diupayakan untuk menghindari penumpukan.
Pada tahun 2024, Imigrasi Soekarno-Hatta melayani 17.166.177 perlintasan, dan pada periode 1 Januari-10 April 2025, jumlah perlintasan mencapai 4.987.378.
“Kami berharap pencapaian ini memotivasi seluruh jajaran Imigrasi di Indonesia untuk terus meningkatkan layanan. Ke depan, kami akan terus berinovasi, memperkuat integrasi sistem, dan menjaga profesionalisme petugas demi memberikan pengalaman terbaik bagi masyarakat dan wisatawan internasional,” tutup Menteri Agus.


















