MATASEMARANG.COM – Perumda Bank Pasar Semarang terus memperkuat portofolio produk tabungan sebagai strategi meningkatkan dana pihak ketiga (DPK) dan memperluas basis nasabah.
Sebagai lembaga keuangan daerah yang berpengalaman, Bank Pasar menghadirkan sejumlah produk simpanan dengan skema yang disesuaikan kebutuhan masyarakat, mulai dari tabungan sederhana hingga program undian berhadiah.
Direktur Utama Perumda BPR Bank Pasar Kota Semarang Novi Anton Andi Taadi menyampaikan kehadiran produk tabungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat peran bank daerah dalam mendukung inklusi keuangan.
“Kami ingin memberikan solusi finansial yang aman, mudah, dan terpercaya bagi masyarakat. Semua produk kami diawasi OJK dan dijamin LPS,” ujarnya, 23 Januari 2026.
Berikut Ini 4 Produk Tabungan Unggulan Bank Pasar Kota Semarang
- Tabungan Srikandi
Setoran awal minimal Rp50.000, ditujukan bagi perorangan maupun badan usaha. - Tabungan Wajib Umum
Setoran awal Rp10.000, fleksibel untuk berbagai segmen nasabah, bebas biaya administrasi bulanan. - Tabungan Si Hebat 2
Setoran awal Rp1,2 juta dengan jangka waktu 1 tahun. Nasabah berkesempatan mengikuti undian per semester dengan hadiah utama 1 unit mobil. - Tabungan Simple
Setoran awal Rp10.000, bebas biaya administrasi bulanan, cocok untuk nasabah pemula.
Bank Pasar menegaskan bahwa seluruh produk tabungan tersebut tidak hanya memberikan kemudahan akses, tetapi juga menawarkan nilai tambah berupa keamanan simpanan dan peluang keuntungan.
Dengan berbagai produk tabungan, Perumda Bank Pasar Semarang menargetkan peningkatan jumlah nasabah ritel dan UMKM.
Strategi ini sejalan dengan tren industri micro finance yang menekankan layanan inklusif bagi masyarakat kecil dan menengah.
Selain itu, program undian berhadiah pada Tabungan Si Hebat 2 diharapkan menjadi daya tarik tambahan untuk meningkatkan loyalitas nasabah.
“Kami ingin menumbuhkan budaya menabung sekaligus memberikan apresiasi kepada nasabah melalui program undian,” tambahnya.
Ke depan, Bank Pasar Semarang berkomitmen memperkuat digitalisasi layanan agar produk tabungan lebih mudah diakses masyarakat, sekaligus menjaga pertumbuhan DPK yang berkelanjutan.


















