Bawaslu dan DPRD Kota Semarang Dorong Penguatan Pengawasan Pemilu Partisipatif

Diskusi publik partisipatif pemilu. (matasemarang.com/Lia Dina)
Diskusi publik partisipatif pemilu. (matasemarang.com/Lia Dina)

MATASEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang di tingkat kelurahan menggelar Diskusi Publik bertajuk “Peran Strategis Warga dalam Pencegahan Pelanggaran Pemilu” di Balai Kelurahan Krapyak Kecamatan Semarang Barat. Diskusi tersebut dihadiri Bawaslu, DPRD kota Semarang, RT, RW, LPMK hingga PKK setempat.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keterlibatan warga dalam pengawasan Pemilu sebagai upaya pencegahan pelanggaran Pemilu sejak dini.

Ketua Bawaslu Kota Semarang Arief Rahman hadir sebagai narasumber dalam diskusi publik tersebut bersama Ketua Komisi A DPRD Kota Semarang Joko Susilo dan Anggota Komisi A DPRD Kota Semarang Moh. Rodhi.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Ketua DPRD Kota Semarang Ungkap Sisi Positif Efisiensi Anggaran

Ketua Bawaslu Kota Semarang Arief Rahman menyampaikan bahwa masyarakat memiliki posisi strategis dalam keterlibatan pengawasan partisipatif pada masa penyelenggaraan Pemilu maupun Pilkada yang kemungkinan tahapannya akan dimulai pada tahun 2027. Ia juga menilai kegiatan ini sebagai langkah kolaboratif yang bernilai strategis.

“Kegiatan ini terbilang langka dimana dilakukan jauh sebelum tahapan Pemilu dimulai sehingga sangat strategis untuk pendidikan politik bagi masyarakat. Bisa jadi ini merupakan kolaborasi pertama yang terjadi antara Bawaslu dengan DPRD guna memperkuat konsolidasi demokrasi,” kata Arief.

BACA JUGA  Masyarakat Diminta Waspadai Penyakit Saluran Pernapasan Saat Musim Hujan

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa diskusi publik ini menjadi sarana sosialisasi Bawaslu Kota Semarang agar masyarakat semakin memahami akan pentingnya pengawasan Pemilu.

Sementara itu, Joko Susilo menekankan pentingnya peran warga dalam pencegahan pelanggaran Pemilu.
“Warga memiliki peran dalam mencegah pelanggaran Pemilu sejak tahap perencanaan hingga penetapan hasil. Pencegahan pelanggaran Pemilu akan efektif apabila warga tidak bersikap pasif,” kata Joko.

Pos terkait