MATASEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang melalui Kelurahan Wonotingal, Kecamatan Candisari menggelar kegiatan Pemberdayaan Perempuan dan Anak bertema “Pelatihan Keorganisasian Forum Anak”.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi dan kepemimpinan sejak dini. Dalam kegiatan yang diikuti oleh 20 anak yang tergabung dalam Forum Anak Kelurahan Wonotingal, Badan Pengawasa Pemilu (Bawaslu) dan DPRD Kota Semarang didaulat menjadi narasumber untuk memberikan pemahaman kepada forum anak.
Lurah Wonotingal Soleh mengatakan dengan adanya pelatihan ini diharapkan bisa menjadi ruang belajar bagi anak-anak untuk memahami tentang organisasi, kepemimpinan, kerja sama, serta pengenalan demokrasi sejak dini.
“Acara ini ditujukan bagi anak-anak yang ada di wilayah kami agar lebih paham tentang makna dan nilai-nilai demokrasi,” kata Soleh, Senin, 9 Februari 2026.
Anggota Bawaslu Kota Semarang Euis Noor Faoziah menjelaskan peran dan fungsi Bawaslu dengan analogi yang mudah dipahami anak-anak.
Ia mengibaratkan Bawaslu sebagai wasit dalam sebuah pertandingan, yang bertugas menjaga agar jalannya demokrasi tetap sesuai dengan aturan.
“Bawaslu itu seperti wasit. Tugasnya bukan hanya mencegah pelanggaran, tetapi juga menindak jika terjadi pelanggaran dalam Pemilu,” kata Euis.
Ia menambahkan, praktik demokrasi sejatinya sudah dekat dengan kehidupan anak-anak, salah satunya melalui Pemilos (Pemilihan Ketua OSIS) di sekolah. Pengalaman tersebut dinilai penting sebagai bekal ketika kelak mereka memasuki usia pemilih.


















