“Ketika sudah berusia 17 tahun, teman-teman harus menjadi pemilih cerdas. Jangan mau tergoda dengan politik uang, karena itu melanggar aturan dan merusak demokrasi,” tegasnya.
Euis juga mengingatkan peran media sosial yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan generasi muda. Media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana kampanye dan ekspresi pendapat, namun harus digunakan secara bijak.
“Berita hoaks adalah berita yang tidak benar. Kalau menemukannya, jangan diteruskan. Cukup berhenti di teman-teman,” pesannya.
Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Kota Semarang Gumilang Febriyansyah menekankan pentingnya Forum Anak sebagai wadah partisipasi anak dalam menyampaikan aspirasi, mengembangkan potensi diri, serta berperan aktif dalam pembangunan yang ramah anak.
Menurutnya, Forum Anak bukan sekadar organisasi, tetapi mitra pemerintah yang perlu diperkuat kapasitas keorganisasian, kepemimpinan, dan kerja tim agar dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Forum anak adalah ruang belajar sekaligus ruang aspirasi. Teman-teman di sini belajar menyampaikan pendapat dengan baik, serta menyusun dan menjalankan program kegiatan,” jelas Gumilang.
Ia juga menyoroti pentingnya struktur organisasi yang jelas, pembagian peran, serta etika dalam berorganisasi.
Melalui keterlibatan aktif dalam Forum Anak, peserta dilatih menjadi pribadi yang bertanggung jawab, percaya diri, mampu bekerja sama, dan saling menghargai.
“Dengan aktif berorganisasi sejak dini, teman-teman dilatih kepemimpinan, manajemen kegiatan, hingga cara bermusyawarah dan berdiskusi. Ini bekal penting untuk masa depan,” tuturnya.


















