- Mengisi formulir pengajuan program KB pria.
- Menyerahkan KTP, KK, dan persetujuan istri.
- Menunggu penjadwalan tindakan oleh Disdalduk KB.
- Melakukan vasektomi di rumah sakit yang telah ditunjuk.
- Mendapat fasilitas antar-jemput dari dinas jika diperlukan.
- Menerima insentif Rp1 juta setelah tindakan selesai sebagai kompensasi tidak bekerja sehari.
Lilik menegaskan semua tindakan bedah vasektomi ini dilakukan oleh tenaga medis yang berkompeten. Bahkan prosesnya terbilang cukup singkat. Peserta bisa langsung kembali beraktivitas normal dalam waktu relatif cepat setelah dilakukan bedah vasektomi.
Lebih lanjut, Lilik mengatakan lonjakan peminat vasektomi meningkat drastis. Pada tahun 2024 terdapat 47 peserta bedah vasektomi, sedangkan pada tahun 2025 meningkat tajam mencapai lebih dari 100 peserta.
Alasannya para pria memilih vasektomi karena alasan kesehatan pasangan atau adanya kebutuhan khusus yang membuat para istri tidak bisa melakukan program KB.
Namun demikian, masih banyak masyarakat yang terjebak mitos bahwa vasektomi dapat mengurangi keperkasaan. Secara tegas Lilik mengatakan jika anggapan tersebut tidak benar.
“Vasektomi tidak mengganggu keperkasaan pria. Ini sudah terbukti secara medis. Karena itu, kami terus melakukan edukasi agar masyarakat lebih memahami manfaatnya,” pungkasnya.

















