MATASEMARANG.COM – Prosesi Dugderan dilaksanakan dengan meriah pada Senin, 16 Februari 2026.
Prosesi diawali dengan upacara di Halaman Balai Kota Semarang yang dipimpin oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng atau dalam tradisi Dugderan dikenal dengan nama Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Purbadiningrum.
Sebelum upacara dimulai, tarian warak ngendog dimainkan sebagai simbol pembukaan upacara.
Usai upacara selesai, Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Purbadiningrum bersama Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin dan jajaran Forkopimda menuju ke tempat penabuh bedug.
Di sinilah, Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Purbadiningrum memukul bedug denga simbol dimulainya kirab Dugderan dari Balai Kota Semarang menuju ke Aloon-aloon Masjid Agung Semarang untuk membacakan Suhuf Qolaqoh serta pembagian kue Ganjel Rel dan air yang telah didoakan oleh para santri.
Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Purbadiningrum berserta rombongan menuju Aloon-Aloon Masid Agung Semarang menggunakan kereta kuda.
Namun sebelumnya rombongan kirab anak-anak dari 16 Kecamatan di Kota Semarang mengikuti kirab dari depan Balai Kota Semarang hingga Mall Paragon.
Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Purbadiningrum atau Agustina Wilujeng mengaku jika prosesi Dugderan tahun ini memang lebih meriah dari tahun sebelumnya.
Ia berharap, untuk Dugderan tahun berikutnya juga bisa lebih meriah lagi dari tahun ini.
“Intinya Dugderan ini menjadi titik kita menghantarkan umat muslim untuk mulai berpuasa,” kata Agustina.
Ia mengaku senang bisa menyaksikan anak-anak ikut melestarikan tradisi Dugderan dengan ikut menari dan kirab dengan menggunakan pakaian adat Semarangan.





















