“Dan saya senang ada anak-anak kecil ikut menari. Kita juga aka melepaskan kontingen anak-anak walaupun jaraknya tidak sama dengan yang dewasa tetapi ini merupakan semua transfer pengetahuan dan transfer tradisi yang nantinya anak-anak ini menjadi generasi penerus kita,” jelasnya.
Ia mengatakan melalui prosesi dan dan kirab Dugderan ini diharapkan bisa menarik wisatawan untuk datang ke Kota Semarang.
Tak hanya itu, Dugderan yang kali ini berbarengan dengan Imlek juga diharapkan bisa menambah keberagaman budaya di Kota Semarang.
“Dugderan tahun ini lebih unik karena bertepatan dengan Imlek, masa puasa Paskah bagi teman-teman Kristen sehingga harmoni aka terjalin lebih erat dan semarang menjadi semakin damai. Kalau sudah damai maka wisatawan akan lebih banyak berkunjung dan investasi akan menjadi lebih banyak,” tandasnya.
Agustina bersama Iswar juga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan kepada seluruh masyarakat muslim Kota Semarang.
“Kita dukung Dugderan ini dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang muslim,” pungkasnya.


















