Berbau Tak Sedap, 80 Porsi MBG Dikembalikan ke SPPG

ilustrasi dapur SPPG MBG (foto: Pemprov Jateng)
ilustrasi dapur SPPG MBG (foto: Pemprov Jateng)

Ia juga menginstruksikan, agar dibuat Standar Operasional Prosedur (SOP) baru yang mengatur mekanisme komunikasi dan pelaporan antara pihak sekolah, penyedia makanan, dan orang tua.

“Kami ingin ada keterlibatan aktif dari orang tua. Masukan dari mereka penting agar menu yang disediakan sesuai dengan selera anak, bergizi, dan aman dikonsumsi,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Surveilans, Imunisasi, dan KLB Dinkes Batang Khairunisa menyampaikan bahwa tim Dinkes telah mengambil sampel makanan dari lokasi dan melakukan pemeriksaan awal.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  3 Kasus Bunuh Diri di Pekalongan, Pemkot Fokus Antisipasi dan Pendampingan Mental

“Dari hasil pemeriksaan, ditemukan perubahan bau pada dua item, yaitu sayur sawi putih dan telur dadar iris. Bau yang muncul merupakan indikasi bahan makanan sudah tidak layak konsumsi,” terangnya.

Khairunisa menambahkan, hingga saat ini tidak ada laporan siswa yang mengalami gejala keracunan.

Hal tersebut berkat respon cepat pihak sekolah yang segera menarik makanan sebelum dikonsumsi oleh siswa.

Sebagai langkah antisipatif, Dinkes Batang telah mengamankan sampel makanan untuk keperluan pemeriksaan lanjutan jika diperlukan.

BACA JUGA  Pencarian 3 Hari, Agus Waluyo Akhirnya Ditemukan di Waduk Wadaslintang

“Pemkab Batang menegaskan komitmennya untuk meningkatkan pengawasan, memastikan seluruh penyedia MBG memenuhi standar keamanan pangan, serta menjamin bahwa setiap siswa di Kabupaten Batang mendapatkan makanan yang sehat, aman, dan bergizi sesuai dengan tujuan utama program MBG,” pungkasnya.

Pos terkait