MATASEMARANG.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkolaborasi dengan Prefektur Shiga, Jepang, untuk berbagai bidang, salah satunya membenahi Danau Rawapening di Kabupaten Semarang.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Semarang, Jateng, Rabu, menyatakan hubungan Indonesia dan Jepang telah melalui perjalanan sejarah panjang, dan kini kolaborasi diarahkan pada semangat saling menguntungkan dan membangun masa depan bersama.
“Kami ingin hubungan ini saling menguntungkan. Apa yang menjadi kebutuhan Jepang bisa kami dukung di Jateng, dan potensi Jateng juga bisa memberikan manfaat bagi Jepang,” katanya, saat bertemu delegasi Prefektur Shiga, Jepang.
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut kegiatan Central Java Investment Business Forum yang digelar pada 8 Oktober 2025.
Sebelum bertemu Gubernur Luthfi, delegasi Shiga telah melakukan peninjauan lapangan dari hulu hingga hilir kawasan Rawapening, serta telah menerima paparan data terkait kondisi dan tantangan yang dihadapi danau tersebut.
Danau Rawapening memiliki fungsi vital sebagai penyangga ekosistem, sumber air baku, pengendali banjir, hingga penopang ekonomi masyarakat.
Namun, danau tersebut menghadapi persoalan serius, mulai dari sedimentasi, pertumbuhan eceng gondok yang masif, hingga beban pencemaran dari aktivitas domestik, pertanian, dan perikanan.
Bagi Pemprov Jateng, kata Gubernur, pembenahan Danau Rawapening bukan sekadar proyek lingkungan, melainkan agenda strategis yang berkaitan dengan ketahanan air, energi, dan ekonomi masyarakat.


















