MATASEMARANG.COM – Kabar gembira bagi pecinta sejarah dan budaya! Pemerintah Kabupaten Jepara resmi membuka akses gratis ke Museum Kartini mulai hari ini hingga 1 Januari 2026.
Kebijakan ini menjadi bagian dari peluncuran wajah baru museum yang kini tampil lebih modern, lengkap, dan interaktif.
Bupati Jepara Witiarso Utomo atau akrab disapa Mas Wiwit menyampaikan bahwa pembukaan gratis ini bertujuan mengajak masyarakat luas untuk lebih mengenal sosok RA Kartini secara mendalam.
“Kami ingin masyarakat dari berbagai daerah bisa menikmati dan mengenal lebih dekat warisan Kartini,” ujarnya usai rapat koordinasi di Gedung Shima.
Museum Kartini kini hadir dengan lima zona tematik yang tertata apik di kompleks Pendapa Kabupaten Jepara:
- Zona Geografis Jepara (Peringgitan): Menampilkan kekayaan alam dan budaya Jepara.
- Zona Keluarga Kartini (Ruang Tamu): Menggambarkan kehidupan keluarga RA Kartini.
- Zona Terbit Terang Pemikiran Kartini (Ruang Tengah): Menyajikan surat-surat dan gagasan emansipasi.
- Zona Kartini Berkesenian (Ruang Pingitan): Menampilkan sisi seni dan kreativitas Kartini.
- Zona Interaksi Pengunjung (Serambi Belakang): Ruang partisipatif untuk refleksi dan ekspresi pengunjung.
Museum dibuka setiap hari pukul 13.00–17.00 WIB, dan pengunjung tidak dikenakan biaya masuk selama periode promosi ini.
Mas Wiwit menegaskan bahwa pengembangan Museum Kartini ke depan akan mengandalkan partisipasi masyarakat dan dunia usaha, bukan dari APBD.
“Kita harus bangga merawat peninggalan Kartini dengan kekuatan masyarakat Jepara sendiri,” tegasnya.
Meski begitu, digitalisasi museum tetap dimungkinkan melalui dukungan APBD, sementara pengembangan fisik dan koleksi akan melibatkan komunitas, pelaku industri kreatif, dan pengusaha lokal.
Sebagai bagian dari penguatan identitas dan sumber pendanaan non-APBD, Pemkab Jepara juga tengah merancang merchandise resmi Museum Kartini.
Produk ini ditargetkan mulai dipasarkan pada 2026 dan diharapkan menjadi daya tarik wisata baru sekaligus ikon kebanggaan Jepara.


















