MATASEMARANG.COM – Dua dari empat kerbau kurban yang terlepas lalu mengamuk saat hendak disembelih pada Idul Adha 2026 di Kabupaten Kudus dilumpuhkan polisi dengan senjata api.
“Dua ekor kerbau terpaksa dilumpuhkan menggunakan timah panas karena berpotensi membahayakan warga,” kata Wakapolres Kudus Kompol Rendi Johan Prasetyo di Kudus, Kamis.
Kerbau yang dilumpuhkan tersebut berada di Klaling dan Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, sedangkan satunya lagi di Purwosari.
Selama pelaksanaan pemotongan hewan kurban pada 10 dan 11 Dzulhijjah, polisi bersiaga untuk menerima laporan masyarakat melalui layanan pusat panggilan (call center) 110, jika terdapat hewan kurban yang lepas kendali.
“Dari empat kejadian yang dilaporkan, dua dilumpuhkan menggunakan senjata organik Polri atas permintaan warga, sedangkan dua lainnya, masih bisa dikendalikan dan ditangkap panitia kurban,” ujarnya.
Salah satunya, kerbau kurban milik Masjid Purwosari yang terlepas pada Rabu (27/5) sekitar pukul 16.30 WIB saat diturunkan dari mobil pikap. Tali pegangan terlepas hingga kerbau langsung berlari liar, namun akhirnya dilumpuhkan dengan tembakan karena membahayakan warga.
“Kalau kami boleh memberi masukan, mungkin tahun depan panitia bisa lebih baik lagi dalam mempersiapkan proses pemotongan hewan kurban agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Seruduk motor
Sementara itu, seekor kerbau kurban yang lepas dan mengamuk di Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Rabu (27/5), sempat menyeruduk dua pengendara sepeda motor sebelum akhirnya dilumpuhkan petugas.


















