Panen Raya Kopi Batang Dimulai, Harga Relatif Stabil

ilustrasi kopi (pixabay/ Kopeca)
ilustrasi kopi (pixabay/ Kopeca)

MATASEMARANG.COM – Petani kopi di Kabupaten Batang mulai memasuki masa panen raya yang diperkirakan berlangsung hingga dua bulan ke depan.

Di wilayah dataran tinggi, buah kopi matang berwarna merah mulai dipetik, menandai dimulainya musim panen kopi unggulan Batang.

Salah satu petani kopi di Kecamatan Reban Maaruf menyebut harga kopi tahun ini relatif stabil.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Bupati Batang Ancam Copot Kepala OPD yang Tidak “Perform”

“Harga red cherry kopi asalan robusta sekitar Rp10 ribu sampai Rp12 ribu per kilogram. Kalau green bean asalan Rp50 ribu per kilogram, tahun lalu masih bisa Rp55 ribu,” ujarnya, Kamis 21 Mei 2026.

Untuk kopi green bean premium, harga jual masih cukup tinggi, yakni Rp70 ribu per kilogram.

Namun, sebagian besar petani tetap menjual kopi dalam bentuk asalan karena panen dilakukan campuran, dari buah hijau hingga merah.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko pencurian saat buah terlalu lama dibiarkan matang di pohon.

BACA JUGA  9 Tahun Lalu Diusulkan, Jembatan Desa Kartikajaya Baru Disentuh Pemkab Kendal

Dalam satu musim, satu pohon kopi rata-rata menghasilkan sekitar 10 kilogram buah. Di kebun miliknya yang memiliki 1.000 pohon, Maaruf menargetkan panen hingga 10 ton.

“Mudah-mudahan tahun ini bisa panen sampai 10 ton di kebun saya saja. Belum ditambah hasil kebun teman-teman petani lainnya,” harapnya.

Selain produksi, petani kopi Batang juga berupaya mengenalkan kopi lokal ke tingkat nasional.

Salah satunya melalui Manual Brew Competition yang akan digelar pada 14 Juni 2026.

BACA JUGA  Anggaran dari Pusat Berkurang, Layanan Kesehatan Gratis Terpaksa Dipangkas

“Kami ingin membawa nama kopi Batang semakin dikenal luas,” kata Maaruf.

Ia berharap pemerintah daerah bersama aparat keamanan dapat membantu menjaga keamanan kebun kopi, terutama saat panen raya.

Pos terkait