Diduga Gantung Diri, Warga Salatiga Meninggal di Kamar Indekos

Petugas Polsek Sidomukti bersama tenaga medis mendatangi lokasi penemuan pria meninggal dunia di kos Salatiga (foto: Polres Salatiga)
Petugas Polsek Sidomukti bersama tenaga medis mendatangi lokasi penemuan pria meninggal dunia di kos Salatiga (foto: Polres Salatiga)

MATASEMARANG.COM – Seorang pria bernama Ng (47), warga Kampung Grogol, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia diduga akibat gantung diri di kamar indekos Jalan Dewi Kunti, Selasa pagi 19 Mei 2026.

Kapolsek Sidomukti Kompol Sunoto menjelaskan peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 08.40 WIB oleh anggota keluarga korban.

“Korban terakhir diketahui berada di rumah pada Senin malam setelah pulang dari Boyolali untuk mencari pekerjaan. Berdasarkan keterangan keluarga, korban sempat mengeluhkan sulitnya mendapatkan pekerjaan,” jelas Kompol Sunoto.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Jateng Bersiap Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, Provinsi Ramah Wisata Halal

Keesokan harinya, saksi merasa curiga karena pintu kamar korban masih tertutup. Saat dibuka, korban ditemukan dalam kondisi tergantung menggunakan tali yang dikaitkan pada tiang penyangga atap kamar.

Petugas Polsek Sidomukti bersama tenaga medis dari Puskesmas Kalicacing segera mendatangi lokasi. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 8–12 jam sebelum ditemukan.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi, yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi.

BACA JUGA  Setelah OTT, Ahmad Luthfi ke ASN Pekalongan: Jangan Ada Titipan Jabatan Lagi

Kapolsek Sidomukti menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi sosial dan psikologis lingkungan sekitar.

“Peran keluarga dan lingkungan sangat penting untuk saling memperhatikan serta memberikan dukungan kepada warga yang sedang menghadapi persoalan hidup,” pungkasnya.

Pos terkait