Siswa Keracunan MBG dan Guru di Demak Jalani “Trauma Healing”

MBG
Ilustrasi MBG

MATASEMARANG.COM – Keracunan Makan Bergizi Gratis 134 siswa di Kabupaten Demak bukan hanya bikin trauma penerima program MBG ini. Para guru yang tidak ikut menyantap MBG tapi menyaksikan siswa keracunan, juga mengalami trauma.

Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Demak memberikan trauma healing (pemulihan psikologis) kepada siswa keracunan MBG yang disajikan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Desa Pilangwetan, kabupaten setempat.

Sebelumnya, sejumlah siswa di wilayah Kecamatan Kebonagung mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program MBG yang disediakan SPPG Desa Pilangwetan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Cahaya Lilin di Palagan Ambarawa, Mengenang Pahlawan Hari Juang Kartika

Dari 1.500-an penerima manfaat di sekolah, mulai dari jenjang madrasah ibtidaiyah (MI), MTs, hingga madrasah aliyah (MA), tercatat ada 134 siswa diduga terdampak. Sebanyak 68 siswa harus menjalani rawat inap dan 66 siswa rawat jalan.

Trauma healing diberikan dengan metode hypnotherapy untuk membantu memulihkan kondisi psikologis siswa maupun guru setelah kejadian keracunan makanan tersebut. Sasaran tidak hanya terhadap siswa yang sebelumnya keracunan, termasuk guru yang tidak ikut mengonsumsi makanan juga ada yang mengalami trauma sehingga juga diberikan terapi serupa,” kata Kepala Puskesmas Kebonagung Arif Setiawan di Demak, Jumat.

BACA JUGA  Ada Rumah Sakit dengan Layanan PET Scan di Jateng, Masyarakat Tak Perlu ke Singapura

Ia menjelaskan sejumlah guru mengalami trauma setelah melihat kondisi siswa yang muntah akibat peristiwa tersebut. Bahkan, ada beberapa siswa yang masih merasa takut untuk kembali menerima makanan dari program MBG, sehingga diperlukan pendampingan secara bertahap.

Pos terkait