MATASEMARANG.COM – Pemerintah Kabupaten Rembang melalui BPBD menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan pada musim kemarau 2026.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Rembang Muhammad Luthfi Hakim menyampaikan bahwa persiapan telah dilakukan sejak awal, baik dari sisi anggaran maupun koordinasi lintas sektor.
“Kami menyiapkan anggaran serta melakukan koordinasi dengan OPD terkait. Surat juga telah kami sampaikan kepada camat untuk diteruskan ke desa dalam rangka antisipasi dan pendataan wilayah rawan,” ujarnya, Selasa 5 Mei 2026.
Berdasarkan data BPBD, pada 2024 terdapat 67 desa di 14 kecamatan yang masuk kategori rawan kekeringan.
Data tersebut menjadi dasar penentuan prioritas penanganan tahun ini. Meski belum ada permintaan dropping air bersih, BPBD tetap menyiapkan anggaran Rp75 juta untuk kebutuhan tersebut.
Luthfi menambahkan, strategi penanganan juga mengacu pada prakiraan cuaca BMKG.
Selain itu, BPBD memperkuat kolaborasi dengan DPRD, BUMN, swasta, Baznas, hingga PMI.
“Penanganan bencana membutuhkan kolaborasi. Karena itu, kami sudah menjalin komunikasi dengan berbagai pihak untuk mendukung upaya penanganan jika dibutuhkan,” terangnya.
Saat ini, kondisi ketersediaan air baku masih relatif aman. Sejumlah sumber mata air utama yang dipantau masih mencukupi kebutuhan masyarakat, meski pengawasan tetap dilakukan secara berkala.
BPBD mengimbau masyarakat dan pemerintah desa segera melaporkan apabila mulai terjadi krisis air bersih.
“Mekanisme pengajuan dropping air dapat disampaikan melalui pemerintah desa, kemudian diteruskan ke BPBD untuk segera ditindaklanjuti,” pungkas Luthfi.


















