MATASEMARANG.COM – Memasuki puncak musim kemarau, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan pegunungan meningkat tajam, dengan titik kerawanan tertinggi terdeteksi di sekitar Pos 4 Gunung Sumbing.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung memaparkan kawasan Pos 4 menjadi sorotan utama lantaran karakteristik vegetasinya yang kini didominasi oleh hamparan ilalang yang mengering akibat terpapar cuaca panas.
Kondisi ini dinilai jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan jalur pendakian bawah yang masih terlindungi oleh tegakan pohon-pohon besar.
“Sabana dan ilalang di sekitar Pos 4 saat ini kondisinya sudah sangat kering meranggas. Dalam situasi seperti ini, percikan api sekecil apa pun memiliki daya rusak tinggi karena bisa memicu kobaran api menjalar dengan sangat cepat ke area yang lebih luas,” ungkap Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Temanggung Totok Nursetyanto, Kamis 23 Juli 2026.
Totok membeberkan catatan evaluasi bencana, di mana mayoritas peristiwa karhutla di kawasan gunung justru dipicu oleh faktor kelalaian manusia (human error).
Aktivitas sepele seperti membuang puntung rokok yang masih menyala, kecerobohan saat menggunakan kompor portabel, hingga sisa bara api unggun yang tidak diguyur air sampai mati total menjadi penyebab utamanya.
Oleh sebab itu, otoritas penanggulangan bencana melarang keras para pendaki membuat perapian terbuka secara sembarangan di sepanjang jalur pendakian.
Jika terpaksa memasak menggunakan kompor lapangan, aktivitas tersebut harus diawasi secara ketat dan dipastikan padam sepenuhnya sebelum pendaki melanjutkan perjalanan.

















