MATASEMARANG.COM – Wajah transportasi publik di Ibu Kota Jawa Tengah terus menunjukkan progresivitas yang membanggakan.
Badan Layanan Umum (BLU) UPTD Trans Semarang tidak hanya berfokus pada peremajaan armada berbasis teknologi ramah lingkungan, tetapi juga berkomitmen memperluas aksesibilitas bagi dunia pendidikan serta meningkatkan efisiensi layanan melalui sistem digital.
Rangkaian inovasi ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah Kota Semarang dalam menghadirkan moda transportasi massal yang modern, inklusif, dan andal bagi seluruh lapisan masyarakat.
Ekspansi Koridor dan Pengalaman Berkendara Bus Listrik Gratis

Trans Semarang kembali melangkah maju dalam program elektrifikasi moda transportasi massal melalui pelaksanaan uji coba operasional armada bus listrik berukuran medium pada 6 hingga 12 Juli 2026.
Selama satu minggu penuh, armada ramah lingkungan ini mengaspal khusus untuk melayani Koridor IV dengan rute Cangkiran hingga Stasiun Semarang Tawang (area Kota Lama).
Menariknya, selama masa uji coba ini masyarakat dapat menikmati layanan bus listrik secara cuma-cuma alias dengan tarif Rp0.
Hadirnya bus listrik medium di Koridor IV ini diharapkan tidak hanya mampu memangkas tingkat polusi udara di sepanjang rute perjalanannya, tetapi juga menjadi tolak ukur penting dalam rencana digitalisasi dan elektrifikasi transportasi masal di Kota Semarang.
Panduan Transaksi Nontunai Khusus Selama Uji Coba
Meski bertarif Rp0, pencatatan sistem tiket tetap diberlakukan sebagai bagian penting dari evaluasi operasional armada baru.
Oleh karena itu, Trans Semarang menerapkan mekanisme pembayaran nontunai (cashless) khusus yang wajib diperhatikan oleh para calon penumpang:

















