Sebagai langkah mitigasi preventif di lapangan, personel BPBD bersama pihak Perhutani dan seluruh pengelola basecamp setempat telah menerjunkan tim untuk melakukan inspeksi mendadak serta sosialisasi berkala.
Penyisiran dan pengecekan kesiapan ini dilakukan serentak di tiga gunung populer di wilayah Temanggung, yakni Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, dan Gunung Prahu. Koordinasi lintas sektor ini difokuskan untuk memastikan fungsionalitas jalur evakuasi darurat serta pemetaan titik aman (safe zone) apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi kontinjensi.
Di samping mewaspadai ancaman api, para pendaki juga diwajibkan mematuhi regulasi bermalam.
Pihak pengelola merekomendasikan Pos 3 dan Pos 4 sebagai zonasi resmi untuk mendirikan tenda. Langkah ini diambil karena beberapa titik alternatif lainnya memiliki kontur tanah berbatu yang dinilai ekstrem dan membahayakan keselamatan fisik pendaki.
Totok juga mengingatkan pentingnya manajemen perlengkapan yang matang, mulai dari ketersediaan logistik, pakaian hangat penahan hipotermia, hingga kotak P3K.
Faktor cuaca gunung yang fluktuatif di musim kemarau menuntut kesiapan fisik dan mental yang prima.
“Kami tidak ingin agenda wisata alam yang menyenangkan justru berubah menjadi petaka. Mari kita jaga bersama kelestarian hutan kelolaan ini dengan disiplin penuh, pastikan tidak ada satu pun bara api yang tertinggal di atas gunung,” pungkas Totok.

















