Jamasan Saka Guru Masjid Agung Kendal: Rawat Tiang Berusia 530 Tahun Peninggalan Walisongo

Masjid Agung Kendal (foto: Pemkab Kendal)
Masjid Agung Kendal (foto: Pemkab Kendal)

MATASEMARANG.COM – Pengurus Masjid Agung Kendal kembali menggelar tradisi tahunan pembersihan empat tiang utama (saka guru) peninggalan Walisongo pada Jumat, 31 Juli 2026 malam.

Prosesi sakral yang diisi dengan pembacaan Manakib Syekh Abdul Kadir Jaelani, tahlil, dan doa bersama ini dihadiri oleh Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari bersama jajaran Forkopimda.

Ketua Takmir Masjid Agung Kendal KH. Akhsin menjelaskan bahwa keempat saka guru tersebut memiliki nilai historis dan spiritual yang amat tinggi.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Warisan Leluhur di Mranggen: Tradisi Sangon Manten, Siasat Gotong Royong Patungan Modal untuk Pengantin Baru

Tiang-tiang penyangga tersebut didirikan secara bersamaan pada 17 Safar 898 Hijriah atau 1493 Masehi oleh empat wali pendiri, yakni Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Kalijaga, dan Sunan Gunungjati.

“Empat saka guru ini selain menjadi penyangga utama bangunan, juga simbol kuatnya silaturahmi dan persatuan umat. Jamasan ini murni untuk merawat sejarah dan mengenang perjuangan ulama, bukan bentuk pemujaan,” tegas KH. Akhsin.

Ketua Yayasan Masjid Agung Kendal Sugiono menambahkan bahwa dari 16 tiang penyangga yang dipertahankan hingga saat ini, empat tiang utama tersebut menjadi fokus utama perawatan berkala.

BACA JUGA  Gandeng KKN UIN Walisongo, Tradisi Nasi Ambeng di Dusun Ngemplik Tetap Lestari

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengapresiasi komitmen takmir dalam merawat bangunan bersejarah peninggalan syiar Islam di Kendal.

Ia berharap Masjid Agung Kendal tak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, melainkan berkembang menjadi pusat peradaban, seni budaya, serta kegiatan sosial masyarakat.

Insya Allah sudah kami masukkan dalam rencana Anggaran 2027. Kami akan terus memperjuangkan agar kebutuhan pengembangan Masjid Agung Kendal dapat terpenuhi sesuai kemampuan keuangan daerah,” tutur Bupati Kendal.

BACA JUGA  Kaum Medioker yang Kian “Klenger”

Pos terkait