MATASEMARANG.COM – Senin 15 Desember 2025 malam di Monumen Palagan Ambarawa, suasana khidmat menyelimuti udara. Ratusan orang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Semarang berkumpul dalam satu ikatan kebersamaan untuk memperingati Hari Juang Kartika 2025.
Lilin-lilin dinyalakan, doa-doa dipanjatkan, dan renungan perjuangan digelar sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang gugur di medan perang Ambarawa.
Acara ini diinisiasi oleh Ketua Lembaga Kesenian Kecamatan (LKK) Kabupaten Semarang, Romo Pujiyanto, yang menekankan pentingnya mengenang jasa para pejuang.
“Untuk mengenang dan mengirim doa untuk para pahlawan yang telah gugur di medan perang di Ambarawa,” ujarnya penuh haru.
Kehadiran Lintas Elemen
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran militer, di antaranya Danramil Ambarawa dan Danramil Tuntang, serta para ketua LKK dari Ambarawa, Jambu, Bergas, Tuntang, Getasan, dan Bandungan. Kehadiran mereka menegaskan bahwa semangat juang bukan hanya milik satu kelompok, melainkan milik seluruh masyarakat Jawa Tengah.
Pamong budaya seperti Bramantyo Saputra dan Dwi turut hadir, bersama para pelaku seni dan budaya yang menambahkan nuansa khas dalam peringatan ini
Seni dan budaya menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini, menghadirkan refleksi bahwa perjuangan bangsa juga lahir dari kekuatan budaya.
Doa Lintas Agama
Yang membuat acara ini semakin bermakna adalah kehadiran tokoh agama lintas iman. Gus Heru (Islam), Pandita Samuel Wasikin (Kristen), Yoko (Katolik), dan Sapuan (Buddha) berdiri berdampingan, memimpin doa sesuai keyakinan masing-masing. Kehadiran mereka mencerminkan semangat persatuan, bahwa perjuangan bangsa Indonesia selalu ditopang oleh keberagaman yang harmonis.


















