• Pembangunan sumur resapan.
• Pembuatan kolam retensi dan biopori.
• Penyediaan taman resapan dan teknologi konservasi lainnya.
Uji Coba di DAS Mikro Waduk Diponegoro
Penerapan kebijakan ini telah diuji di Daerah Tangkapan Air (DTA) Waduk Diponegoro yang mencakup 11 kelurahan di Kecamatan Banyumanik dan Tembalang.
Berdasarkan analisis data, pembangunan sumur resapan secara masif mampu menampung volume air yang signifikan. Di perumahan Graha Estetika misalnya, target pembangunan 1.000 sumur resapan diproyeksikan mampu mencapai performa zero delta hingga 77 persen.
Artinya, beban air yang dibuang ke sungai berkurang drastis, sehingga risiko genangan di area hilir seperti jembatan Undip dapat diminimalisir.
Kolaborasi dan Living Laboratory
Komitmen ini diperkuat dengan kolaborasi antara Pemerintah Kota Semarang, BBWS Pemali Juana, dan Universitas Diponegoro.
Normalisasi Kali Krengseng dan penetapan kawasan tersebut sebagai Living Laboratory oleh Rektor Undip, Prof. Suharnomo, menjadi bukti bahwa akademisi dan praktisi bergerak bersama.
Selain air, Undip juga berkomitmen pada gerakan zero waste untuk mewujudkan kampus yang bermartabat dan bermanfaat bagi lingkungan.
DAS sebagai Fondasi Pembangunan
Penanganan banjir tidak bisa parsial. Pendekatan Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah harga mati. Kerusakan di hulu pasti berdampak pada banjir di hilir.
Menjadikan DAS sebagai unit pengelolaan ideal adalah keharusan praktis, bukan sekadar konsep akademik.
Butuh Nyali Politik
Kajian teknis yang dilakukan Dinas Perkim Kota Semarang tahun 2024 adalah langkah awal yang baik. Namun, tantangan sesungguhnya adalah penegakan aturan perizinan.


















