Pengerjaan fisik jalan sepanjang 510 meter dengan lebar 14 meter ini akan dimulai pada Agustus 2026, mencakup ruas dari simpang Jalan Dr. Cipto hingga simpang Jalan Indragiri Utara.
“Peningkatan jalan menjadi tipe rigid (beton) ini adalah solusi jangka panjang. Sampai saat ini, Pemkot Semarang terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna menjaga preservasi jalan ini. Kami akan menempatkan rambu batas beban melalui Dishub untuk mengatur lalu lintas kendaraan berat, yang dibarengi dengan dukungan penindakan dari jajaran Satlantas. Hal ini menjadi kunci utama agar kualitas infrastruktur tidak cepat rusak kembali akibat beban berlebih, sehingga umur jalan bisa bertahan lebih lama,” tegasnya.
Selain perbaikan fisik jalan, Pemkot Semarang juga akan melakukan pembersihan sedimen pada saluran drainase di sisi kanan dan kiri jalan secara berkala untuk memastikan aliran air menuju pompa berjalan lancar dan meminimalisir genangan di badan jalan. Wali Kota pun mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada saat melintasi area yang sedang dalam masa pemeliharaan.
“Warga kami imbau tetap berhati-hati saat melintasi Jalan Citarum. Kami berkomitmen untuk terus mengawal perbaikan ini agar kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan dapat kembali optimal,” pungkasnya.




















