Hasil Operasi Ketupat, PDAM Bisa Tagih Rp500 Juta 

MATASEMARANG.COM – Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang telah berhasil menagih pelanggan yang menunggak pembayaran lebih dari tiga bulan hingga terkumpul Rp500 juta.

Penagihan yang dilakukan melalui program operasi ketupat yang dilakukan selama lima hari ini dilakukan di lima cabang PDAM Tirta Moedal Kota Semarang.

Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang Yulianto Prabowo mengatakan operasi ketupat ini memang baru kali ini digelar, namun hasilnya dirasa cukup baik.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  TPS Muktiharjo Kidul Sudah Bersih, Pemkot Bakal Tanam Pohon dan Pasang Pagar Pembatas

“Operasi ketupat alhamdulillah berjalan baik dan hasilnya rata-rata setiap hari bisa mendapatkan penerimaan sekitar hampir Rp100 juta di lima cabang berarti hampir Rp500 juta pada 5 hari kemarin,” kata Yulianto, Jumat, 20 Maret 2026.

Meski demikian, diakui Yulianto dalam penagihan tidak semua pelanggan yang ditagih langsung membayar semua tagihan yang menunggak karena faktor ekonomi.

Ada sekitar 20 persen pelanggan yang meminta diberi keringanan dengan cara mengangsur tagihan.

“Dalam penagihan memang kita Laila dengan persuasif. Mereka yang belum bisa melunasi tapi punya komitmen untuk membayar kita berikan keringanan dengan cara mengangsur. Dan itu sesuai jumlah tagihan bisa diangsur maksimal 10 kali,” terangnya.

BACA JUGA  Pra Kongres Perempuan Jadi Tolok Ukur Penyusunan Isu Strategis

Namun demikian ada sekitar 70-an pelanggan yang terpaksa harus diputus aliran PDAM-nya karena tidak ada komitmen untuk membayar bahkan mengangsur.

“Mereka tidak ada komitmen pelanggan mau dibayar kapan jadi kita putus tapi kalau sudah bayar kita langsung buka kembali. Tapi yang diputus tidak banyak kalau per cabang sehari rata-rata mutus 3-5 selama 5 hari ya total sekitar 70 an yang kita putus,” jelasnya.

Pos terkait