BRIN Rintis Mi Sehat Berbasis Sorgum

MATASEMARANG.COM – Konsumsi makanan berbahan baku terigu, terutama mi dan roti, menjadikan ketergantungan terhadap bahan baku impor ini sangat tinggi.

Volume impor terigu Indonesia per tahun 9–12 juta ton, di sisi sama secara geografis Indonesia tidak bisa memenuhi kebutuhan bahan baku mi dan roti.

Oleh karena itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong diversifikasi dan ketahanan pangan lokal dengan mengembangkan produk makanan sehat mi alternatif bebas gluten berbasis sorgum.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Deretan Penyebab Banyak Perusahaan "Startup" Bangkrut

Kepala Pusat Riset Teknologi Proses (PRTP) BRIN Hens Saputra melalui keterangan di Jakarta, Rabu menegaskan pentingnya kedaulatan dan ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan sumber pangan alternatif selain beras dan jagung. Salah satu komoditas potensial yang dinilai sesuai dengan kondisi Indonesia adalah sorgum.

“Sorgum memang belum terlalu dikenal masyarakat luas, namun sangat cocok dibudidayakan di Indonesia dan kaya serat. Tanaman ini juga relatif tahan terhadap cuaca ekstrem,” kata Hens.

Hens menyoroti tingginya konsumsi terigu di Indonesia masih bergantung pada impor, sementara gandum tidak dapat tumbuh optimal di dalam negeri. Di sisi lain, minat masyarakat terhadap produk roti dan mi sangat besar.

BACA JUGA  Bank Jateng Dorong Transparansi lewat KKPD di Kendal

Ia menilai kondisi ini membuka peluang pengembangan mi nonterigu berbasis sorgum sebagai alternatif pangan sehat dan berkelanjutan.

Maka dari itu, BRIN menggandeng sejumlah perusahaan swasta untuk menggelar pelatihan alih teknologi agar produk mi berbasis sorgum bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia.

Pos terkait