MATASEMARANG.COM – Jawa Tengah resmi menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 sebesar Rp2.327.386,07.
Angka ini menjadi acuan dasar penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di 35 daerah.
Dari daftar yang dirilis, terlihat variasi cukup mencolok antara daerah dengan UMK tertinggi dan terendah.
Adapun UMK tertinggi adalah Kota Semarang, yakni Rp3.701.709,00. Kemudian disusul Kabupaten Demak dengan Rp3.122.805,00, serta Kabupaten Kendal sebesar Rp2.992.994,00.
Fenomena ini menunjukkan kawasan industri dan perdagangan di sekitar Semarang Raya masih menjadi magnet ekonomi utama.
Sementara untuk UMK terendah adalah Kabupaten Banjarnegara, yakni Rp2.327.813,08, hanya sedikit di atas UMP provinsi. Disusul Kabupaten Wonogiri Rp2.335.126,00 dan Kabupaten Sragen Rp2.337.700,00.
Daerah-daerah ini dikenal dengan basis ekonomi agraris dan belum memiliki kawasan industri besar.
Berikut ini daftar lengkap besaran UMP dan UMK se Jawa Tengah tahun 2026:
1. Kabupaten Cilacap: Rp2.773.184,00
2. Kabupaten Banyumas: Rp2.474.598,99
3. Kabupaten Purbalingga: Rp2.474.721,94
4. Kabupaten Banjarnegara: Rp2.327.813,08
5. Kabupaten Kebumen: Rp2.400.000,00
6. Kabupaten Purworejo: Rp2.401.961,91
7. Kabupaten Wonosobo: Rp2.455.038,01
8. Kabupaten Magelang: Rp2.607.790,00
9. Kabupaten Boyolali: Rp2.537.949,00
10. Kabupaten Klaten: Rp2.538.691,00
11. Kabupaten Sukoharjo: Rp2.500.000,00
12. Kabupaten Wonogiri: Rp2.335.126,00
13. Kabupaten Karanganyar: Rp2.592.154,06
14. Kabupaten Sragen: Rp2.337.700,00
15. Kabupaten Grobogan: Rp2.399.186,00


















