“Di musim pancaroba seperti sekarang ancaman utamanya masih ISPA dan DBD. Nanti saat masuk musim hujan, penyakit seperti Leptospirosis, DBD, serta diare menjadi fokus yang harus diwaspadai bersama. Hindari makanan yang dapat merangsang batuk atau peradangan tenggorokan,” jelasnya.
Guna menjaga ketahanan imunitas tubuh di tengah cuaca ekstrem, Dinkes membagikan lima panduan penting bagi masyarakat:
- Aktivitas Fisik Cukup: Melakukan gerakan atau berjalan minimal 6.000 langkah setiap hari.
- Gizi Seimbang: Menerapkan pola makan sehat sesuai panduan Isi Piringku.
- Istirahat Teratur: Menjaga waktu tidur malam secara cukup sekitar 6 hingga 8 jam.
- Etika Batuk dan Masker: Selalu mengenakan masker saat flu atau batuk agar tidak menularkan ke orang lain.
- Deteksi Dini: Memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di puskesmas terdekat.
Hakam mengatakan untuk memaksimalkan langkah pencegahan, Dinkes Kota Semarang juga menerjunkan tim surveilans dan petugas epidemiologi ke seluruh puskesmas di wilayah Semarang.
Tim ini bertugas memantau perkembangan potensi penyakit menular secara real-time di lingkungan warga.
“Kawan-kawan epidemiologi dan tim surveilans hari ini juga konsolidasi untuk memastikan kesiapan di wilayahnya masing-masing. Di samping itu, kami mengajak warga rutin cek kesehatan gratis di puskesmas untuk mendeteksi dini lonjakan tensi darah atau gula darah agar terhindar dari komplikasi saat cuaca ekstrem,” pungkasnya.

















